Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Timah dan Pemanfaatannya


“ Timah adalah logam yang terdapat di Indonesia yang memiliki potensi cadangan yang cukup besar. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil timah terbesar di Indonesia “

Timah yang memiliki simbol kimia Sn (Latin: stannum), merupakan logam berwarna putih keperakan dengan titik leleh 327,5 °C dan titik didih 1.740 °C pada tekanan atmosfer dan nomor atom 50.

Timah adalah logam yang mudah dibentuk, memiliki kekerasan yang rendah, serta berat jenis yang hanya 7,3 g/cm3. Umumnya timah digunakan sebagai logam, paduan, atau senyawa untuk keperluan berbagai jenis industri.

Mineral utama dalam bijih timah adalah kasiterit (SnO2), meskipun sebagian kecil dapat dihasilkan juga dari sulfida seperti stanit, silindrit, frankeit, kanfieldit dan tealit. Pada bijih timah terdapat juga mineral - mineral, seperti pirit, kuarsa, zirkon, galena dan ilmenit.

Daerah Penghasil Timah

Sumber daya dan cadangan timah di Indonesia sebagian besar berupa endapan timah aluvial atau disebut dengan timah sekunder, namun saat ini bijih timah primer juga mulai dimanfaatkan.

Sedangkan daerah penghasil timah di Indonesia, tersebar di Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau dan Kalimantan Barat. Cadangan timah Indonesia, sebagian besar terletak di Kepulauan Bangka Belitung.

gambar penambangan timah dengan alat berat

Berdasarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia merupakan negara dengan cadangan timah kedua terbesar di dunia. Indonesia memiliki potensi cadangan timah sebesar 800 ribu ton timah atau sekitar 17% cadangan timah dunia.

Perusahaan pertambangan timah terbesar di Indonesia adalah PT Timah Tbk (Persero). PT Timah memiliki konsesi tambang dan cadangan timah terbesar terletak di Provinsi Bangka Belitung dengan jenis endapan timah aluvial.

Negara Penghasil Timah

Negara penghasil timah terbesar di dunia adalah China (Tiongkok), disusul oleh Indonesia di urutan kedua. Berdasarkan laporan U.S. Geological Survey (USGS) tahun 2021, persentase produksi penambangan timah Tiongkok terhadap total penambangan timah global adalah 30%.

Indonesia berada di posisi kedua dengan persentase penambangan timah terhadap global sebesar 25% yang kemudian disusul oleh Myanmar, Peru dan Kongo dengan persentase masing-masing sebesar 12%, 7% dan 6%.

Pemanfaatan Timah

Timah dapat dipadukan dengan tembaga untuk membuat logam perunggu. Timah dapat juga dipadukan dengan logam lain, seperti timbal untuk membuat solder. Sifat timah yang anti korosif atau tahan karat, membuatnya sering digunakan sebagai bahan pelapis logam lain seperti seng, timbal, besi dan baja.

Aplikasi timah sebagai bahan pelapis banyak digunakan sebagai pelapisan baja untuk keperluan industri otomotif, pembungkus makanan, pelapis kaleng, pelindung  kontainer, dan pelapis pipa yang terbuat dari logam lainnya. 

Berdasarkan kegunaannya tersebut, sebagian besar turunan pertama produk timah berupa solder dan tin plate. Timah juga mempunyai sifat konduktivitas panas dan listrik yang tinggi, sehingga memiliki peran dalam mendukung produk-produk teknologi mutakhir. 

Solder adalah sejenis kawat yang terbuat dari logam timah, solder digunakan untuk bahan penghubung komponen di peralatan elektronik. Solder merupakan produk turunan utama dari timah.

Beberapa penggunaan timah yang mendukung produk teknologi mutakhir di antaranya, sebagai solder untuk komponen elektronik, bahan produksi layar LCD, bahan layar smartphone, dan sensor cahaya.


Sebagai contoh, perpaduan antara indium oksida dengan timah oksida, dinamakan sebagai indium tin oxide (ITO), merupakan salah satu jenis kaca oksida transparan dan konduktif (lebih dikenal sebagai transparent conducting oxides (TCO) yang paling populer digunakan sebagai komponen pembuatan gelas kaca pada layar smartphone.

Selain itu, produk hilir lainnya yang menggunakan bahan baku timah adalah produk kemasan, konstruksi, energi dan transportasi.

Manfaat Timah

Manfaat timah terutama di sektor Industri hulu komoditas timah memberikan manfaat positif, baik terhadap penyerapan tenaga kerja, pendapatan negara, jumlah investasi, maupun dalam program pengembangan pemberdayaan masyarakat.

Serapan tenaga kerja pada industri komoditas timah mengalami penurunan dari tahun 2016 hingga 2020. Pada tahun 2016, serapan tenaga kerja berjumlah 4.728 orang, dan pada tahun 2020 nilannya menjadi 4.363 orang.

Pendapatan Pajak untuk Negara

Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), nilainya cenderung fluktuatif yakni mencapai maksimum sebesar Rp 687 miliar pada tahun 2018. Nilai realisasi PNBP komoditas timah pada tahun 2020 menurun menjadi Rp 513 miliar.

Nilai realisasi investasi sama halnya dengan nilai realisasi PNBP yang mengalami peningkatan dari tahun 2016 ke 2017 dan mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2019. Nilai realisasi investasi berjumlah USD 42,2 juta pada tahun 2016 dan menjadi USD50,3 juta pada tahun 2017.

Sangat senang hati menerima kritik dan saran di dalam komentar untuk menyempurnakan artikel ini. Demikian ulasan singkat mengenai “ Timah dan Pemanfaatan Timah “ Semoga Bermanfaat.


Dp.

Post a Comment for "Timah dan Pemanfaatannya"