Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Produsen Besi Baja Terbesar di Indonesia

gambar jembatan baja

“ Baja adalah logam yang paling banyak dibutuhkan di dunia. Baja banyak digunakan diberbagai sektor industri, seperti infrastruktur, otomotif, permesinan dan lain-lain “

Kebutuhan dunia akan baja atau besi baja semakin besar, terutama Indonesia yang sangat membutuhkan besi baja untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur. Selain itu besi baja merupakan bahan utama untuk bangunan.

Bahan dasar besi baja diperoleh dari penambangan bijih besi (Fe) maupun pasir besi dan beberapa komponen lainnya yang terdapat pada kerak bumi. Sehingga persediaan besi baja tergantung dari penambangan dan pengolahan bijih besi.

Apa itu Besi

Besi adalah logam yang dibentuk dari penambangan bijih besi atau pasir besi yang kemudian diolah menjadi besi kasar sampai besi tulang. Besi merupakan material yang banyak digunakan untuk proses pembuatan bangunan.

Apa itu Besi Baja

Baja sering disebut dengan besi baja adalah logam paduan, logam besi yang berfungsi sebagai unsur dasar dicampur dengan beberapa elemen lainnya, seperti unsur karbon dan nikel.

Konsumsi Besi Baja

Diperkirakan dari total 1,7 miliar ton konsumsi baja dunia, sektor yang paling besar adalah sektor konstruksi menjadi sektor dengan penggunaan baja terbesar dengan penyerapan mencapai 51% total produksi baja dunia.

Sedangkan, sektor permesinan menjadi penyumbang terbesar kedua dengan 16% disusul oleh sektor otomotif dengan penyerapan sebesar 12%. Baja juga digunakan sebagai material pada berbagai produk dengan umur pakai pendek dimana konsumsi pada sektor tersebut mencapai 10%.

Indonesia merupakan negara dengan kebutuhan akan baja yang sangat besar, terutama didukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang sangat pesat. Pada tahun 2020 konsumsi baja Indonesia mencapai 15 juta ton.

Perusahaan Besi dan Baja di Indonesia

Terdapat 5 perusahaan yang memproses bijih besi yang menghasilkan sponge iron, yaitu PT. Delta Prima Steel, pig iron, yaitu PT. Dexin Steel, slab baja karbon, yaitu PT. Krakatau Posco dan Krakatau Steel dan cold bricket iron, yaitu PT. Sumber Baja Prima.

Sedangkan, industri smelter besi dan baja karbon terpusat di beberapa kawasan industri seperti, Cilegon, Cikarang dan Morowali. Kapasitas total produksi dalam negeri sebesar 14,57 juta ton.

Daerah penyumbang terbesar produksi besi baja, yaitu Pulau Jawa sebesar 10,94 juta ton, Pulau Sulawesi sebesar 3 juta ton dan Pulau Sumatera sebesar 630 ribu ton.

gambar besi rebar atau ulir

PT Krakatau Posco dan PT Dexin Steel di Kota Cilegon Indonesia menjadi perusahaan smelter besi baja dengan kapasitas produksi terbesar yaitu 3 juta ton. Gunung Group di Kabupaten Bekasi dan PT Krakatau Steel di Kota Cilegon merupakan perusahaan smelter dengan kapasitas produksi diatas 2 juta ton.

Perusahaan dengan kapasitas produksi tinggi, seperti PT Krakatau Posco, PT Dexin Steel Indonesia dan Gunung Group menggunakan pengolahan dengan teknologi furnace dan basic oxygen furnace (BOF) untuk mengolah bahan baku dari bijih besi menjadi baja.

Harga dan Pasar Besi Baja

Tren kenaikan harga seperti yang dialami harga bijih besi dunia terjadi pada harga baja HRC, rebar dan steel crap berdasarkan data dari London Metal Exchange (LME). Harga baja HRC dan rebar mencapai puncak pada bulan Mei 2021.

Harga baja HRC mencapai USD 962/ton. sementara harga baja rebar mencapai harga USD 744/ton, sedangkan harga steel scrap mengalami peningkatan harga mencapai USD 500 per ton.

Saat ini, harga produksi besi baja tidak dapat diprediksi secara pasti. Harga produk besi baja akan mengalami fluktuasi sesuai dengan kondisi ekonomi dunia. Biasanya jika kondisi ekonomi positif, maka konsumsi besi baja akan meningkat sehingga harga besi baja dunia akan naik.

Sangat senang hati menerima kritik dan saran di dalam komentar untuk menyempurnakan artikel ini. Demikian ulasan singkat mengenai “ 5 Produsen Besi Baja Terbesar di Indonesia “ Semoga Bermanfaat.


Dp.

Post a Comment for "5 Produsen Besi Baja Terbesar di Indonesia"