Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Manfaat Tembaga dan Cadangan Tembaga Indonesia

gambar katoda tembaga
Gambar Katoda Tembaga

" Indonesia dikenal memiliki jumlah cadangan tembaga terbesar di dunia. Pemanfaatan tembaga yang paling besar, yaitu untuk industri kabel dan kawat listrik "

Tembaga adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan nomor atom 29. Lambangnya berasal dari bahasa Latin Cuprum. Tembaga merupakan konduktor panas dan listrik yang baik. Selain itu, unsur ini memiliki korosi yang cepat sekali.

Cadangan Tembaga

Indonesia merupakan negara dengan cadangan tembaga ketujuh terbesar di dunia. Berdasarkan laporan USGS pada tahun 2021, Indonesia memiliki potensi cadangan tembaga sebesar 28 juta metrik ton atau sekitar 3,21% dari total cadangan dunia yang berjumlah 870 juta ton tembaga.

Pada tahun 2020, total cadangan terbukti bijih dan logam tembaga tergolong ekonomis jika dilakukan penambangan, yaitu 1,2 miliar ton dan 9,6 juta ton. Jika produksi bijih tembaga setiap tahun berada pada angka 129 juta ton per tahun, maka cadangan bijih tembaga nasional diperkirakan akan berumur 23 tahun atau akan habis pada tahun 2043.

Daerah Sebaran Cadangan Tembaga

Sebaran cadangan tembaga di Indonesia terdapat di daerah Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Sumatera Utara.

gambar peta cadangan tembaga di indonesia
Gambar Peta Sebaran Cadangan Tembaga

Sumber daya bijih tembaga terbesar di Indonesia terdapat di Pulau Papua, Kalimantan, Jawa dan Pulau Nusa Tenggara. Sedangkan, cadangan bijih terbesar terdapat di dua Pulau, yaitu Nusa Tenggara dan Papua.

Perusahaan Pertambangan Tembaga

Berdasarkan data Ditjen Minerba mencatat, pada tahun 2020 produksi konsentrat nasional sebesar 2,2 juta ton, produksi katoda tembaga nasional berjumlah 286 ribu ton dan Izin Operasi Produksi perusahaan tembang tembaga sebanyak 24 tambang, baik dengan IUP (Izin Usaha Pertambangan), IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus dan KK (Kontrak Karya).

Fasilitas Smelter

Perusahaan pertambangan tembaga terbesar di Indonesia adalah PT Freeport Indonesia (PTFI), PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) dan PT Batutua Kharisma Permai. Sedangkan, fasilitas smelter yang sudah beroperasi di Indonesia, yaitu PT Smelting Gresik, milik PT Freeport Indonesia dan PT Batutua Tembaga Raya.

Pengolahan Tembaga

Proses pengolahan dan pemurnian tembaga dapat dilakukan melalui 2 jalur proses, yaitu pirometalurgi dan hidrometalurgi. Proses pirometalurgi merupakan proses pengolahan dan pemurnian tembaga dengan menggunakan temperatur tinggi.

Sementara itu, proses hidrometalurgi merupakan proses pengolahan dan pemurnian tembaga dengan menggunakan larutan pengekstrak. Penerapan jalur proses pengolahan dan pemurnian tembaga disesuaikan dengan jenis dan kadar mineral tembaga di dalam bijih atau konsentrat.

Produk Jadi Tembaga

Tembaga murni yang ditambang dalam bentuk bijih tembaga (raw material) akan diproses konsentrasi, ekstraksi dan pemurnian. Bijih tembaga yang dikonsentrasi disebut sebagai konsentrat tembaga. Konsentrat tembaga kemudian akan diekstraksi melalui jalur pirometalurgi untuk menghasilkan anoda tembaga yang selanjutnya dimurnikan menjadi katoda tembaga.

Bijih tembaga dengan kadar rendah maupun bijih oksida diproses melalui jalur hidrometalurgi. Bijih ini akan diolah dengan cara leaching dan dilanjutkan dengan proses Solvent Extraction-Electrowinning (SX-EW) yang menghasilkan produk akhir katoda tembaga. Katoda tembaga adalah produk jadi tembaga yang digunakan untuk berbagai industri.

Pemanfaatan Tembaga

Tembaga yang digunakan di Indonesia adalah Cu bar, Cu rod dan Cu wire, sedangkan yang belum ada adalah Cu strip, Cu tube, Cu roof, bronze paint dan sinter product. Logam tembaga di Indonesia pada umumnya digunakan pada aplikasi piping, electrical, architecture, coinage, bio, households, chemicals, automotive dan military.

Berdasarkan data dari beberapa sumber, total kapasitas serapan katoda tembaga untuk kabel dan konduktor mencapai 430.000 MT. Adapun industri manufaktur yang bergerak dibidang kelistrikan utamanya untuk memproduksi berbagai jenis kabel, seperti berikut;
1. Low voltage/Building Wire Cable (Cu)       : 45 pabrik
2. Bare conductor Al & Cu                              : 25 pabrik
3. Medium Voltage (Al & Cu)                         : 11 pabrik
4. High Voltage (Al & Cu)                               : 8 pabrik

Industri kabel Indonesia saat ini yang banyak dibutuhkan adalah untuk memproduksi low voltage/building wire cable. Karena angka kebutuhan suplai kelistrikan mengalami peningkatan, utamanya untuk listrik daya rendah seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan permintaan.

Sebagian besar copper cathode yang dibutuhkan untuk bahan baku pembuatan kabel masih banyak diimpor. Diperkirakan pada tahun 2024, Indonesia dapat menutup selisih impor copper cathode dengan terbangunnya smelter PTFI, PT AMNT dan mulai produksinya PT Kalimantan Surya Kencana.

Salah satu industri manufaktur utama yang menyerap katoda tembaga adalah industri kabel. Rasio sektor kelistrikan selalu menjadi yang tertinggi hingga tahun 2045 karena berbanding lurus dengan kenaikan tingkat kebutuhan suplai listrik seiring dengan bertambahnya populasi penduduk.

Sangat senang hati menerima kritik dan saran di dalam komentar untuk menyempurnakan artikel ini. Demikian ulasan singkat mengenai “ Manfaat Tembaga dan Cadangan Tembaga Indonesia “ Semoga Bermanfaat.


Dp.

Post a Comment for "Manfaat Tembaga dan Cadangan Tembaga Indonesia"