Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Daerah Sebaran Bijih Besi di Indonesia

gambar penambangan bijih besi
Gambar Bijih Besi

" Besi merupakan unsur terbanyak keempat yang terkandung di kerak bumi setelah Oksigen, Silikon dan Aluminium. Namun, tidak semua cadangan besi yang terkandung pada Bumi bernilai ekonomis untuk dimanfaatkan oleh industri besi baja "

Berdasarkan data United State Geological Survey (USGS) pada tahun 2021, Australia menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan cadangan bijih besi terbesar di dunia. Cadangan besi Australia mencapai 50 miliar ton atau sekitar 21,08% dari total cadangan bijih dunia.

Posisi kedua ditempati oleh Brazil dengan 34 miliar ton, Rusia dengan 25 miliar ton dan Tiongkok berada di posisi ke empat dengan jumlah cadangan 20 miliar ton. Sementara itu, Indonesia memiliki cadangan bijih besi sebesar 0,11% dari cadangan bijih besi dunia.

Logam besi di alam umumnya berikatan dengan senyawa lain membentuk senyawa oksida, seperti hematite (Fe2O3), magnetite (Fe3O4) dan ilmenite (FeTiO2) atau senyawa karbonat seperti siderite (FeCO3). Magnetit dan hematit merupakan bijih utama pada industri pengolahan besi baja karena kandungan besi yang tinggi.

Jenis Cadangan Bijih Besi

Total sumber daya dan total cadangan logam besi dihitung dari sumber daya dan cadangan dari besi primer, besi laterit dan pasir besi. Pada tahun 2020, dari jumlah total sumber daya sebesar 3,859 miliar ton logam besi, terdapat 1,867 miliar ton logam besi dalam besi primer, diikuti oleh 1,5 miliar ton besi jenis besi laterit dan 492 juta ton logam besi berjenis pasir besi.

Indonesia memiliki cadangan bijih besi primer yang signifikan (355 juta ton logam). Pada kenyataannya cadangan bijih besi primer yang dapat diolah lebih lanjut secara komersial sulit ditemukan dibandingkan pasir besi dengan cadangan yang lebih sedikit (222 juta ton logam).

Sebaran Cadangan Bijih Besi

Ditjen Minerba mencatat bahwa terdapat total 140 izin aktif yang terdiri dari dua Izin Usaha Penambangan/Kontrak Karya Eksplorasi (IUP/KK Eksplorasi) dan 138 IUP/KK Operasi Produksi (IUP/KK OP) dengan total wilayah sekitar 511.595 hektar.

batuan bijih besi
Dua IUP Eksplorasi berada di Sulawesi Tenggara yang masih mencakup komoditas gabungan tembaga, nikel dan bijih besi. IUP OP/KK terbesar di berbagai Provinsi dimana sebagian besar di Maluku Utara sebanyak 35 IUP OP, Kalimantan Tengah 18 IUP OP dan Kalimantan Selatan 12 IUP OP.

Berdasarkan data World Bureau of Metal Statistics tahun 2021, volume produksi bijih besi di Indonesia mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir dan mencapai sekitar 3,87 juta metrik ton pada tahun 2020. Jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan jumlah penambangan besi di Australia, Brasil, China dan India.

Pemanfaatan Bijih Besi

Bijih besi di Indonesia dominan terdapat dalam bentuk bijih besi primer dan pasir besi. Nilai impor bijih besi primer menjadi yang tertinggi pada rantai industri komoditas besi baja, yaitu mencapai USD 681 juta atau setara dengan 6,88 juta ton.

Proses smelting dengan bahan baku bijih besi primer akan menghasilkan sponge iron dan hot metal pig iron. Sejumlah pig iron yang dihasilkan dari proses peleburan diekspor ke luar negeri, yaitu senilai USD 161 juta atau 279 ribu ton.

Sedangkan pengolahan pasir besi belum ada di Indonesia. Selain sponge iron dan pig iron hasil pengolahan bijih besi primer, industri baja di Indonesia juga menggunakan steel scrap dan FeNi atau nickel pig iron sebagai bahan baku. 

Sejumlah scrap komersial diimpor dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri baja, yaitu senilai USD 444,3 juta atau 1,4 juta ton.

Industri FeNi atau nickel pig iron digunakan sebagai bahan baku pembuatan stainless steel dengan produk akhir dalam bentuk sheet, pipe dan wire. Produk stainless steel di Indonesia digunakan untuk berbagai industri seperti farmasi, kimia, kesehatan, otomotif dan lain - lain.

Baja merupakan material logam yang paling banyak digunakan di dunia. Baja digunakan dalam berbagai sektor mulai dari infrastruktur, otomotif, permesinan, dan lain - lain. Dari total 1,7 miliar ton konsumsi baja global, sektor konstruksi menjadi sektor dengan penggunaan baja terbesar dengan penyerapan mencapai 51% total produksi baja dunia.

Penutup

Sebaran bijih besi di Indonesia hampir merata, namun cadangan yang paling besar terdapat di Pulau Sumatera, terutama Aceh, kemudian di Kalimantan, terutama Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dan Pulau Sulawesi, terutama Maluku Utara. Sedangkan konsumsi baja domestik pada tahun 2020 mencapai 15,1 juta ton.

Sangat senang hati menerima kritik dan saran di dalam komentar, untuk menyempurnakan artikel ini. Demikian ulasan singkat " Daerah Sebaran Bijih Besi di Indonesia ". Semoga Bermanfaat.


Dp.

Post a Comment for "Daerah Sebaran Bijih Besi di Indonesia"