Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bagaimana Cara Kerja Solar Panel

gambar teknologi panel surya
| Teknologi solar panel atap rumah, merupakan solusi untuk kebutuhan listrik rumah tangga
" Teknologi solar panel, sering juga disebut dengan panel surya, dikategorikan sebagai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan teknologi yang ramah lingkungan dan cukup mudah dipasang "

Secara umum, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dibagi dalam 2 jenis, yaitu pembangkit listrik tenaga surya dengan jenis thermal (memanaskan cairan, seperti air dengan panas matahari) dan pembangkit listrik tenaga surya dengan jenis solar panel.

Jenis thermal makin jarang digunakan di dekade terakhir ini, karena jenis ini membutuhkan biaya (cost) yang cukup besar, pengerjaannya terlalu sulit, disamping itu pembangunan jenis thermal banyak mengalami kegagalan produksi.

Sejarah Teknologi Solar Panel

Teknologi panel surya sudah ditemukan pada tahun 1954, sebelumnya, teknologi thermal sudah ditemukan. Penggunaan solar panel saat ini sudah banyak terlihat dan menghiasi atap rumah dan lampu penerangan jalan disekitar kita.

Solar panel dapat dikenali dari warnanya, biasanya terpasang di atap rumah atau lampu jalan dengan warna biru ataupun berwarna hitam, dengan bentuk seperti lembaran ataupun lempengan.

Solar panel semakin populer saat ini, bahkan sudah banyak perusahaan - perusahaan jasa pemasangan solar panel atap rumah, terutama untuk kebutuhan rumah tangga. Teknologi ini juga sudah dipasang dengan skala yang lebih besar, sebagai sumber energi listrik alternatif menggantikan pembangkit listrik yang berasal dari bahan bakar fosil, seperti batubara.

Walaupun teknologi ini sudah lama ditemukan, namun baru populer digunakan akhir - akhir ini. Teknologi solar panel masih kalah populer dengan bahan bakar fosil dikala itu. Semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil (fossil fuel) dan meningkatnya pemanasan global, membuat teknologi panel surya semakin terkenal, karena memiliki cadangan yang tidak pernah habis dan ramah lingkungan (green energy).

Bagaimana Solar Panel Menghasilkan Energi Listrik

Matahari memang diciptakan Sang Maha Pencipta untuk menerangi bumi untuk menggantikan malam dan planet di sekitarnya. Namun, disamping itu Matahari juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik untuk kebutuhan manusia.

Untuk menghasilkan listrik, solar panel memanfaatkan sinar atau radiasi Matahari yang disebut dengan foton, untuk mengetuk elektron bebas atom, sehingga menghasilkan aliran listrik dalam bentuk arus DC (direct current).

Solar panel terdiri dari sel - sel fotovoltaik yang berukuran lebih kecil. Bahan ini terbuat dari lapisan silikon, berbahan semikonduktor. Pada permukaan sel - sel ini dipasang lapisan kaca mengkilap, untuk melindunginya dari kondisi cuaca ekstrim.

Listrik yang dihasilkan dari sel - sel fotovoltaik akan diubah menjadi aliran listrik AC (alternating current) melalui sebuah alat inverter, agar bisa digunakan dan dialirkan melalui kabel menuju peralatan listrik.

Jumlah listrik yang dihasilkan akan dicatat pada sebuah meteran. Jika listrik tidak ingin digunakan, dapat disimpan dalam sebuah baterai atau dapat dikirim kepada konsumen baik perorangan atau perusahaan.

Penggunaan Solar Panel

Penggunaan teknologi solar panel sudah semakin luas dan semakin populer, terutama semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil, seperti batubara, minyak dan gas bumi dan semakin meningkatnya pemanasan global dan perubahan iklim, karena penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan.

Konstruksi atau pembangunan solar panel tidak terlalu rumit, terutama dalam pemasangan solar panel atap rumah dan lampu penerangan jalan. Untuk pemasangan solar panel skala yang lebih besar, hanya membutuhkan lahan yang luas dan datar untuk meletakkan rangka sel - sel fotovoltaik dan pencahayaan Matahari yang baik. 

Saat ini, sudah mulai diaplikasikan solar panel terapung, yaitu pemasangan kebun solar panel yang dipasang diatas permukaan air dari danau buatan atau waduk, seperti solar panel terapung terbesar di dunia yang dimiliki Thailand.

Negara China dan India, mengandalkan solar panel untuk pasokan energi listriknya, yang berasal dari energi terbarukan (renewable energy). Di Indonesia sendiri sudah mulai mengembangkan solar panel, namun masih memiliki kapasitas kurang dari 1% dari total potensi yang ada.


gambar kebun solar panel
| Pengembangan teknologi solar panel dengan skala yang lebih besar untuk kebutuhan pasokan listrik negara
Saat ini, solar panel dapat dipasang di atap rumah, terutama rumah yang masih belum mendapatkan pasokan listrik dari negara atau hanya sekedar menghemat penggunaan listrik dari perusahaan produsen listrik, seperti PLN.

Lampu penerangan jalan juga sudah mulai menggunakan pasokan listrik dari panel surya, dimana ketiga siang hari akan memproduksi listrik, kemudian ketika malam hari akan menggunakan aliran listrik dari listrik yang tersimpan di baterai untuk menyalakan lampu.

Untuk skala yang lebih besar, perusahaan pengembang pembangkit listrik Independent Power Producer (IPP) sudah memetakan potensi daerah yang layak untuk dikembangkan menjadi kebun solar panel, bahkan sudah beberapa IPP membangun solar panel, dimana listriknya dijual langsung kepada konsumen atau kepada perusahaan listrik negara (grid).

Penutup

Teknologi panel surya adalah salah satu solusi atau alternatif untuk mendapatkan sumber energi listrik yang dikategorikan sebagai energi baru terbarukan (EBT), untuk menggantikan sumber energi listrik yang berasal dari bahan bakar fosil.

Pengembangan solar panel membutuhkan penelitian yang kompleks, terutama harus didukung oleh sumber pencahayaan dari matahari yang stabil dan daerah tersebut jarang terjadi cuaca ekstrim yang dapat mempengaruhi jumlah energi listrik yang dihasilkan.

Demikian ulasan singkat mengenai “ Bagaimana Cara Kerja Solar Panel untuk Menghasilkan Listrik “ Semoga Bermanfaat.

Dp.


#teknologi #solarpanel #panelsurya

Post a Comment for "Bagaimana Cara Kerja Solar Panel "