Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

3 Jenis Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Minyak dan Gas Bumi

gambar bangunan pembangkit listrik tenaga mesin gas
Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)/Wartsila
Cadangan sumberdaya alam dari fosil, seperti bahan bakar minyak dan gas dari tahun ke tahun cadangannya semakin menipis, bahkan diprediksi akan habis dalam jangka waktu yang tidak lama lagi.

Seiring pemakaian bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG) secara terus - menerus dengan jumlah yang besar, seperti penggunaan untuk transportasi dan untuk kebutuhan energi listrik, mengakibatkan cadangannya semakin tipis.

Sehingga saat ini, seluruh negara -- negara dunia sedang gencar - gencarnya melakukan pencarian (exploration) untuk menemukan cadangan atau lapangan minyak dan gas baru demi keberlangsungan kehidupan di bumi ini.

Cadangan Minyak dan Gas Bumi Indonesia dan Dunia

Cadangan minyak bumi Indonesia pada tahun 2011 berada pada angka 7.732,27 MMSTB (Juta Stock Tank Barrel atau 7,73 Milyar Barrel). Cadangan paling besar berada di Sumatera Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan.

Sedangkan cadangan gas bumi Indonesia pada tahun 2011 sebesar 152.89 TSCF (Trillion Standard Cubic Feet). Cadangan gas bumi Indonesia paling besar berada di Natuna, Kalimantan dan Papua.
Cadangan minyak dan gas bumi dunia juga diprediksi akan segera habis. Cadangan minyak bumi paling besar sekarang ini, dimiliki oleh Venezuela, Arab Saudi, Irak dan Kuwait. Cadangan minyak bumi dunia pada tahun 2012 adalah 1.482 Miliar Barrel.
Sedangkan cadangan total gas bumi dunia dikonfirmasi berada pada angka 6,112 Triliun kaki persegi (TSCF). Cadangan gas bumi paling besar diantaranya dimiliki oleh Rusia, Qatar dan Arab Saudi.

Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Minyak dan Gas Bumi

Saat ini, minyak dan gas bumi dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik melalui pembangkit listrik yang menggunakan bahan dari fosil ini. Kelebihan dari energi listrik dari kedua bahan ini adalah kemudahan dan kecepatan dalam pembangunannya.

Secara umum, ada 3 jenis pembangkit listrik yang memanfaatkan bahan bakar minyak dan gas bumi untuk mendapatkan energi listrik. Ketiga pembangkit ini sudah diaplikasikan di seluruh dunia termasuk Indonesia, berikut daftarnya;

1. PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel)

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel adalah pembangkit listrik yang menggunakan mesin penggerak berbahan bakar minyak diesel, dengan panas buang kira - kira 400 Derajat Celcius.

Energi mekanis yang dihasilkan dari mesin berfungsi untuk memutar generator, dari generator akan menghasilkan listrik. Pada tahun 2015, Indonesia mendapatkan pasokan energi listrik sebesar 3.504,19 MW (Megawatt) dari PLTD.

2. PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas)
gambar mesin pembangkit listrik tenaga mesin gas wartsila
Mesin PLTMG/Wartsila

Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas adalah adalah pembangkit listrik yang menggunakan mesin penggerak berbahan bakar gas dengan panas buang sebesar 400 Derajat Celcius.

Jenis gas bumi yang digunakan untuk PLTMG adalah jenis gas CNG (Compressed Natural Gas), yaitu jenis gas terkompresi. Pasokan energi listrik yang diperoleh Indonesia dari PLTMG 924,08 MW pada tahun 2015.

3. PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas)

Pembangkit Listrik Tenaga Gas adalah pembangkit listrik yang menggunakan turbin penggerak berbahan bakar gas, dengan panas buang sekitar 400 Derajat Celcius. Jenis gas yang digunakan juga sama dengan PLTMG yaitu CNG (Compressed Natural Gas).

Gas akan memanaskan air menjadi uap, uap yang dihasilkan akan disalurkan ke turbin untuk menggerakkan generator. PLTG di Indonesia memasok energi listrik sebesar 3.086,16 MW pada tahun 2015.

Kekurangan Pembangkit Listrik Bahan Bakar Minyak dan Gas

Penggunaan bahan bakar minyak dan gas bumi untuk pembangkit listrik semakin berkurang. Harga dan cadangannya yang semakin menipis, mendorong berbagai negara untuk mengurangi penggunaan minyak dan gas untuk kebutuhan listrik.

Minyak dan gas bumi untuk pembangkit listrik juga salah satu satu penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca (GER) yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim di seluruh dunia.

Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menggunakan bahan bakar batubara, menjadi tumpuan pasokan listrik Indonesia sekitar 43,64% tahun 2019. Batubara adalah sumberdaya alam yang diprediksi juga akan habis dan tidak dapat diperbaharui.

Pembangunan PLTD, PLTMG dan PLTG terutama di Indonesia dipertimbangkan hanya akan digunakan jika kebutuhan energi listrik pada suatu daerah meningkat atau mengalami defisit listrik (peaker).

Pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar minyak dan gas bumi saat ini sudah dibatasi dan berlahan bisa digantikan oleh pembangkit listrik yang berasal dari energi baru terbarukan seperti PLTA, PLTB, PLTS, PLTBio.

Demikian ulasan singkat mengenai “3 Jenis Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Minyak dan Gas Bumi”. Semoga Bermanfaat.

Dp.


Referensi;
Badan Pengkajian dan Penerapan teknologi (BPPT).
PLN Corperate University.
Statistik Ketenagalistrikan Tahun 2019, ESDM.

Post a Comment for "3 Jenis Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Minyak dan Gas Bumi"