Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa itu Waduk, Manfaat dan Fungsi dari Waduk?

Gambar waduk danau buatan
Waduk/Bendungan/Reservoir
Akhir - akhir ini, pemerintah Indonesia melalui Kementrian Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum (PUPR) banyak membangun dan meresmikan bahkan sebagian masih dalam tahap Ground Breaking, Waduk atau Bendungan baik dari Sabang sampai Merauke.

Pemerintah saat ini, terutama di pemerintahan Presiden Joko Widodo, lagi gencar - gencarnya membangun waduk baru dan sebagian melanjutkan pembangunan waduk yang sebelumnya telah direncanakan.

Alasan yang paling utama pemerintah meningkatkan jumlah pembangunan waduk di seluruh tanah air adalah bertujuan untuk meningkatkan ketahanan air bangsa dan peningkatan kualitas dan kuantiti hasil produksi pertanian.

Waduk sering juga disebut dengan Reservoir (versi bahasa Inggris), kata lain sering juga disebut dengan Bendungan atau Danau Buatan.

Jadi, Apakah sebenarnya waduk itu dan apakah fungsi dan manfaat dari waduk dibangun?. Artikel ini akan menguraikan dan menjelaskan singkat apa itu waduk, fungsi dan manfaatnya.

Pengertian Waduk dan Fungsinya

Waduk adalah bendungan besar yang dibangun melintang atau memotong arah aliran sungai, sehingga membentuk sebuah danau buatan (reservoir). Bendungan berfungsi menghambat lajur air dan mengumpulkannya sehingga membentuk danau buatan.

Danau yang terbentuk secara alami atau dari hasil pembentukan proses geologi juga bisa dimanfaatkan sebagai waduk/bendungan.

Sedangkan fungsi bangunan waduk adalah untuk mengumpulkan massa air pada suatu tempat, baik yang berasal dari aliran sungai dan berasal dari air hujan. 

Massa air yang terkumpul tersebut akan membentuk suatu danau atau sering dikenal dengan danau buatan.

Waduk sudah didesain dengan memiliki ketahanan yang kuat/tahan lama dan dapat mengumpulkan sejumlah massa air dari berbagai sumberdaya air yang berada disekitarnya (Catchment Area).

Pemanfaatan Waduk dan Waduk Jatiluhur

Manfaat utama dibangunnya waduk adalah untuk persediaan dan pemakaian air untuk mengairi lahan pertanian dan persawahan, terutama ketika musim kemarau tiba. Waduk juga akan dimanfaatkan ketika terjadi beban puncak (peaker) pemakaian air. 

Di daerah tertentu, waduk dimanfaatkan atau bertujuan sebagai pengendali banjir terhadap sungai yang memiliki intensitas banjir tahunan.

Pemanfaatan lain waduk adalah menjadi sumber energi listrik (Energi Baru Terbarukan) melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA). 

Ketika dibutuhkan dan selama persediaan volume air di waduk mencukupi, maka waduk akan dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik tenaga air.

gambar waduk jatiluhur
Pemandangan Waduk Jatiluhur

Contoh waduk besar yang ada di Indonesia yang dimanfaatkan menjadi sumber pengairan pertanian dan pembangkit listrik tenaga air ialah waduk Jatiluhur yang terletak di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Waduk Jatiluhur ketika dialihkan menjadi pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dapat menghasilkan listrik dengan kapasitas terpasang sebesar 187 MW (Megawatt).

Waduk dan Embung

Secara bentuk dan fungsi, waduk memiliki persamaan dengan embung, namun memiliki pemanfaatan yang berbeda. Embung dimanfaatkan hanya untuk mengumpulkan massa air yang berasal dari air hujan.

Embung dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas air hujan untuk kebutuhan air minum rumah tangga dan memiliki manfaat untuk pengendalian kualitas air tanah (Underground Water).

Dengan pembangunan waduk atau bendungan yang merata di Indonesia dapat meningkatkan ketahanan air, pangan dan energi yang lebih baik untuk kebutuhan masyarakat luas.

Demikian ulasan singkat "Apa itu Waduk, Manfaat dan Fungsi dari Waduk?". Semoga artikel ini bermanfaat.

Dp. 

Post a Comment for "Apa itu Waduk, Manfaat dan Fungsi dari Waduk?"