Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

3 Perusahaan Pertambangan Mineral Logam Terbesar di Provinsi Sumatera Utara

gambar operasi pertambangan logam
Ilustrasi Operasi Pertambangan di Malam Hari
Permintaan pasar dunia akan bahan hasil tambang (bahan mentah dan bahan jadi), terutama logam, mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.

Permintaan yang sangat besar ini telah membuat perusahaan - perusahaan pertambangan dunia melakukan eksplorasi (pencarian) bahan tambang baru di seluruh bagian dunia ini.

Salah satu daerah yang menjadi tujuan perusahaan pertambangan dunia untuk eksplorasi bahan tambang ialah Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Potensi Logam di Sumatera Utara dan Sumatera Fault System (SFS)

Secara geografis Sumut berada di jalur pegunungan Bukit Barisan atau sering disebut dengan jalur Sumatera Fault System (SFS) atau Great Sumatera Fault.

Letak Sumatera Utara yang dilewati oleh jalur SFS ini, secara geologis telah membentuk bahan - bahan tambang yang berharga atau sering disebut dengan Minerba (mineral logam dan batubara). 

Berdasarkan pembentukan dan pemetaan geologi, umumnya bahan tambang yang menjadi potensi besar bahan tambang di Sumut adalah mineral logam.

Terdapat beberapa potensi mineral logam yang layak untuk ditambang seperti Emas (Au), Timbal (Pb), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Perak (Ag). 

Selain mineral logam, Sumatera Utara juga memiliki potensi bahan galian industri, seperti Batugamping (limestone) yang menjadi bahan dasar pembuatan semen dan pondasi jalan raya.

Saat ini, di Provinsi Sumatera Utara terdapat 3 (tiga) perusahaan pertambangan mineral logam terbesar yang sudah mendapatkan Kontrak Karya (KK) dan Ijin Produksi. 

Kontrak Karya adalah perjanjian pelaksanaan usaha pertambangan antara Pemerintah Indonesia dan pihak perusahaan pertambangan swasta atau asing selain minyak dan gas bumi.

Ketiga (3) perusahaan yang mendapat Kontrak Karya ini, mendapat ijin tersebut untuk melakukan tahap eksplorasi sampai tahap eksploitasi atau produksi, jika depositnya layak untuk ditambang. Semua KK yang ada di Sumut didominasi oleh bahan tambang komoditas mineral logam.

Perusahaan Pertambangan Produsen Logam di Sumatera Utara

Siapa sajakah perusahaan pertambangan yang akan menggali potensi bahan tambang di Sumatera Utara?. Sebagian perusahaan ini sudah berada pada tahap produksi, konstruksi (tahap menuju produksi) dan sebagian berada pada tahap eksplorasi? berikut daftarnya;

1. PT. Agincourt Resources (PTAR)/Martabe Gold Mine

PT. Agincourt Resources atau sering disebut dengan Martabe Gold Mine merupakan perusahaan pertambangan komoditas emas pertama dan terbesar di Sumatera Utara saat ini. Rata - rata menghasilkan produksi emas 300.000 ounce/tahun dan 2 - 3 juta ounce perak pertahun (agincourtresources.com).

Terletak di Desa Aek Pining, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, berdekatan dengan Pemerintah Kota Sibolga. Pemerintah memberikan Kontrak Karya (KK) pertama pada tahun 1997 yang berlaku selama 30 tahun dengan luas wilayah pertambangan seluas 130.252 hektar.

Sebagian wilayah konsesi pertambangan PT. Agincourt Resources berada di kawasan Hutan Lindung (HL) berdasarkan No. SK Penunjukan 579/Menhut-II/2014 dan sebagian berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) tepatnya berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.

Sebelumnya, saham mayoritas perusahaan pertambangan emas ini dimiliki oleh investor dari luar negeri yakni dari Hongkong dengan nama G-Resources. 

Saat ini, PTAR mayoritas sahamnya dimiliki oleh Astra International Tbk melalui anak perusahaannya, PT. United Tractor 60%, PT. Pamapersada Nusantara 40%. Sedangkan 5% saham dipegang oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Metode pertambangan emas yang diterapkan oleh perusahaan ini adalah metode tambang terbuka (mine surface) dengan jenis Open Pit Mine. 

Secara singkat, metode pertambangan jenis Open Pit Mine adalah jenis pertambangan dengan cara mengupas lapisan atas dari deposit emas dan memindahkannya ketempat yang sudah disediakan, kemudian deposit emas digali dengan bantuan alat mekanis atau dengan sistem peledakan.

2. PT. Dairi Prima Mineral (PTDPM)/Lead and Zinc Mine

pertambangan jenis underground mine
Ilustrasi Tambang Bawah Tanah (Underground Mine)
Perusahaan pertambangan PT. Dairi Prima Mineral merupakan pemilik cadangan Timah Hitam (Timbal) dan Seng (Zinc) terbesar di dunia saat ini. 

Mendapatkan wilayah Kontrak Karya (KK) pada tahun 1998 dari pemerintah Indonesia dengan wilayah pertambangan seluas 24.636 hektar (Kementrian ESDM), meliputi Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh. 

Secara geografis wilayah pertambangan PT. Dairi Prima Mineral berada pada jalur pegunungan bukit barisan atau jalur Sumatera Fault System yang memiliki potensi kandungan mineral logam. 

Secara administratif lokasi tambang PTDPM Berada di wilayah Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat dan Kota Subulussalam. 

Wilayah konsesi pertambangan PT. Dairi Prima Mineral sebagian besar berada di kawasan Hutan Lindung (HL) berdasarkan No. SK Penunjukan 579/Menhut-II/2014 dan sebagian berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Saat ini, PT. Dairi Prima Mineral sudah mendapatkan ijin produksi untuk melakukan operasi produksi yang berlaku sampai 2047. 

Saat ini PTDPM masih dalam tahap konstruksi fasilitas pendukung untuk mendukung operasi produksi yang direncanakan akan dimulai pada tahun 2022.

Sebelumnya Saham mayoritas PT. Dairi Prima Mineral dimiliki oleh Herald Resources dari Australia Sebesar 80% dan PT. Aneka Tambang sebesar 20%. 

Berita terbaru saham mayoritas PT. DPM sekarang dimiliki oleh China Nonferrous Metal Industry's Foreign Engineering and Construction Co.Ltd (NFC) 51% dan Bumi Resources Minerals Tbk (BUMI) 49%.

PT. Dairi Prima Mineral memiliki cadangan siap tambang (sumberdaya) yang dinamai dengan Blok Anjing Hitam (black dog), yang memiliki deposit sebesar 6,3 juta ton dengan kadar seng 16% dan timah hitam 9,9% (ptdpm.co.id). Blok ini direncanakan ditambang selama 8 tahun. 

Berdasarkan letak depositnya metode pertambangan yang diaplikasikan ialah metode tambang bawah tanah (Undergorund Mine)

3. PT. Sorikmas Mining (PTSM)/Gold Mine

gambar peta kontrak karya pertambangan
Tiga (3) Kontrak Karya (KK) di Sumatera Utara (momi.minerba.esdm.go.id/public/)
PT. Sorikmas Mining (PTSM) merupakan perusahaan pertambangan emas yang saat ini masih dalam tahap eksplorasi. 

Perusahaan ini mendapat ijin eksplorasi seluas 55.000 hektar dengan mendapatkan Kontrak Karya (KK) dari pemerintah Indonesia pada tahun 1998.

PT. Sorikmas Mining tepatnya terletak di Pasir Penyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. 

Secara Geografis PTSM berada di jalur pegunungan Bukit Barisan. Dimana Kontrak Karya dari PTSM berbatasan dengan Kontrak Karya PT. Agincourt Resources (PTAR).

Berdasarkan situs resmi perusahaan, PT. Sorikmas Mining  memiliki deposit emas layak tambang sebesar 1,4 juta ounce (sorikmas.co.id). 

PTSM telah mengantongi ijin produksi yang berlaku sampai tahun 2049. Lokasi tambang meliputi Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Konsesi wilayah pertambangan PT. Sorikmas Mining  sebagian besar berada di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), berdasarkan No. SK Penunjukan 579/Menhut-II/2014 yang tepatnya berada di Kabupaten Mandailing Natal.

Demikian ulasan singkat "3 Perusahaan Pertambangan Mineral Logam Terbesar di Provinsi Sumatera Utara" saat ini, baik perusahaan sudah pada tahap produksi, konstruksi dan eksplorasi. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Dp.

1 comment for "3 Perusahaan Pertambangan Mineral Logam Terbesar di Provinsi Sumatera Utara"

  1. Perusahaan pertambangan mineral logam terbesar di Sumatera Utara, sangat bermanfaat

    ReplyDelete