Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa itu Bahan Galian Strategis atau Bahan Galian Golongan A?

gambar bijih tembaga, emas, seng, timah
Gambar bijih tembaga, emas, perak dan nikel

" Sumber daya alam (sda), yaitu mineral logam dan bahan galian industri terbentuk dari ratusan bahkan jutaan tahun lalu, yang terbentuk melalui proses geologi dan tidak dapat diperbaharui "

Di Indonesia, sumber daya alam yang terdapat di alam, diklasifikasikan berdasarkan fungsi dan manfaatnya. Oleh karena itu, untuk membentuk mineral tersebut butuh waktu yang cukup lama agar terbentuk kembali atau bahkan tidak terbentuk lagi.

Sehingga mineral, baik yang bersifat padat, cair dan gas, memiliki sifat tidak dapat diperbaharui atau terbentuk kembali secara singkat seperti sediakala. 

Saat ini mineral banyak dipergunakan untuk bahan baku industri atau disebut dengan bahan galian industri, baik di industri di hulu maupun industri di hilir. 

Akibat semakin menipisnya sumber daya mineral bahkan hampir habis, membuat manusia mencari alternatif sebagai pengganti sumber daya alam mineral ini. 

Sumber daya mineral yang ada di bumi ini ada berbagai jenis, baik yang bersifat padat seperti emas, bersifat cair seperti minyak bumi dan bersifat gas seperti gas bumi. 

Semua jenis ini terdapat di Bumi Indonesia tercinta ini, baik yang sudah di ditambang (eksploitasi) maupun masih dalam tahap pencarian (eksplorasi). 

Sumber daya alam mineral ini harus dijaga, dilindungi dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan industri kita maupun untuk kesejahteraan masyarakat secara luas.

Penggolongan Bahan Galian Tambang

Sumber daya mineral dan bahan galian industri, sudah digolongkan oleh pemerintah Indonesia sesuai dengan kebutuhan dan pemanfaatannya. Penggolongan bahan galian ini diatur di dalam Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1980

Pemerintah Indonesia menggolongkan 3 bahan galian tambang, yaitu bahan galian strategis, bahan galian vital dan bahan galian non-strategis dan bahan galian non-vital.

gambar Haul Dump (HD) sedang mengangkut batuan
Operasi Pertambangan 

Pertanyaan yang muncul kenapa disebut dengan bahan galian strategis, vital dan non-strategis dan non-vital, apakah arti penggolongan bahan - bahan galian ini?. Penggolongan dan penyebutan ini juga telah dijelaskan di dalam peraturan pemerintah tersebut, yaitu:
1. Bahan galian Strategis adalah berarti strategis untuk pertahanan dan keamanan serta perekonomian dan negara.
2. Bahan galian Vital adalah berarti dapat menjamin hajat hidup orang banyak.
3. Bahan galian yang tidak termasuk bahan galian Strategis dan Vital, berarti karena sifatnya tidak langsung memerlukan pasaran yang bersifat internasional.

Dasar dari penggolongan ini didasari oleh nilai dari bahan tersebut, keberadaannya di alam, penggunaannya, pengaruhnya terhadap kehidupan banyak dan penyebaran pembangunan di daerah.

Jenis Mineral Bahan Tambang

Jadi, apa saja jenis mineral - mineral dari ketiga jenis bahan galian ini, jenis ini juga sudah dijelaskan di dalam Peraturan Pemerintah tersebut tentang penggolongan bahan galian, yaitu :
1. Bahan galian strategis atau disebut juga dengan bahan galian golongan A. Bahan tambang yang termasuk bahan galian golongan A adalah Minyak Bumi, Bitumen Cair, Lilin Bumi, Gas Alam. 

Selanjutnya, Bitumen Padat, Aspal, Antrasit, Batubara, Batubara Muda, Uranium, Radium, Thorium dan bahan galian radioaktif lainnya, Nikel, Kobalt, Timah.

gambar aspal
Bahan Galian Tipe A/Strategis/Aspal

2. Bahan galian vital atau disebut juga dengan bahan galian golongan B. Bahan tambang yang termasuk bahan galian golongan B adalah Besi, Mangan, Molibden, Khrom, Wolfram, Vanidium, Titan, Bauksit, Tembaga, Emas, Platina, Perak, Air Raksa, Arsen, Antimon, 

Selanjutnya, Bismut, Ytrium, Rhutenium, Cerium, dan logam - logam langka lainnya, Berillium, Korundum, Zirkon, Kristal Kuarsa, Kriolit, Fluorspar, Barit, Yodium, Brom, Khlor, Belerang.

gambar batu mineral zirkon
Perhiasan yang berasal dari Zirkon

3. Bahan galian non strategis dan non vital, disebut juga dengan bahan galian golongan C. Bahan tambang yang termasuk bahan galian golongan C adalah yaitu : Nitrat, Nitrit, Fosfat, Garam Batu (Halit), Asbes, Talk, Mika, Grafit, Megnesit Yarosit, Leusit, Tawas (Alum).

Selanjutnya, Oker, Batu Permata, Batu setengah Permata, Pasir Kuarsa, Kaolin, Feldspar, Gipsum, Bentonit, Tanah Diatomea, Tanah Serap (fuller), Batu Apung, Trass, Obsidian, Marmer, Batu Tulis, Batu Kapur, Dolomit, Kalsit, Granit, Andesit, Basalt, Trakhit, Tanah Liat, Pasir.

gambar batu mika
Batuan Mika, salah batu bahan galian non-strategis atau non-vital

Bahan galian C sebagian besar dipergunakan untuk bahan galian industri (BGI) seperti batu gamping, sebagai bahan dasar semen dan dolomit. 
Bahan golongan "C" juga mendominasi untuk bahan infrastruktur, seperti pasir dan batu, sering disingkat dengan sirtu.

Penutup

Semua bahan galian ini sudah pasti terdapat di negara Indonesia, sehingga harus dimanfaatkan dan diawasi eksploitasinya, agar bermanfaat bagi negara dalam bentuk hasil, pajak dan barang jadi. 

Semua hasil bahan galian ini harus bisa bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat, seperti untuk memenuhi kebutuhan industri, baik industri skala besar dan kecil.

Artikel ini dibuat berdasarkan opini pribadi dan data dari berbagai sumber. Mohon dikoreksi jika ada kesalahan penulisan di dalam artikel ini. Sangat senang hati menerima kritik dan saran di dalam komentar, untuk menyempurnakan artikel ini.

Sekian ulasan singkat " Apa yang Dimaksud Dengan Bahan Galian Strategis atau Bahan Galian Golongan A? " Semoga Bermanfaat.

Dp.

2 comments for "Apa itu Bahan Galian Strategis atau Bahan Galian Golongan A?"