Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Dan Perkembangan Penggunaan Produk Dalam Negeri Atau Sering Disebut Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Di Sektor Pembangkit Listrik Energi Baru Terbarukan (EBT)





Selama ini tingkat penggunaan produk dalam negeri masih rendah, baik di sektor industri otomotif, elektronik, konstruksi dan sektor pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) seperti PLTA, PLTS dan PLTB.

Untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri untuk menggenjot pertumbuhan industri di dalam negeri. Presiden telah mengeluarkan Kepres atau Keputusan Presiden No.24 Tahun 2018 yaitu Tentang Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.

Tim ini diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, yang saat ini dijabat oleh Bapak Luhut Binsar Panjaitan, dengan wakil ketua Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang dijabat oleh Bapak Airlangga Hartarto dan ketua Harian dipimpin oleh Menteri Perindustrian. Anggota tim ini diisi oleh berbagai kementerian dan badan pemerintahan lainnya.

Tugas utama dari tim ini ialah :

1. Melakukan pemantauan penggunaan produksi dalam negeri sejak tahap perencanaan dalam pengadaan barang/jasa.
2. Melakukan koordinasi dan evaluasi pelaksanaan tugas tim peningkatan produk dalam negeri.
3. Melakukan promosi dan sosialisasi mengenai penggunaan produksi dalam negeri, mendorong pendidikan sejak dini mengenai kecintaan, kebanggaan, dan kegemaran menggunakan produksi dalam negeri, serta memberikan akses informasi produksi dalam negeri.
4. Mengawasi implementasi konsistensi nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada produk barang/jasa berdasarkan sertifikat yang dimiliki oleh produsen barang/jasa yang bersangkutan.
5. Mengkoordinasi penyelesaian permasalahan yang timbul terkait dengan perhitungan nilai tTKDN dan implementasi konsistensi nilai TKDN sesuai dengan sertifikat atau dokumen yang dimiliki oleh produsen barang/jasa.

Untuk menyikapi Keputusan Presiden No.24 Tahun 2018 ini, Kementrian Energi Dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan Kepmen atau Keputusan Menteri ESDM Nomor 1953K/06/MEM/2018, Tentang Penggunaan Barang Operasi dan Bahan Pendukung Lainnya Yang Diproduksi di dalam Negeri Pada sektor Energi dan Sumber Daya Mineral.


Badan usaha yang bergerak di sektor energi dan sumber daya mineral meliputi; minyak dan gas bumi, mineral dan batubara, ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan kemudian konservasienergi. 

Berdasarkan keputusan tersebut, maka wajib menggunakan barang operasi, barang modal, peralatan, bahan baku dan bahan pendukung lainnya yang diproduksi di dalam negeri sepanjang memenuhi kualitas/spesifikasi, waktu penyerahan dan harga.

Berdasarkan Permenperin No,.54/M-IDN/PER/3/2012 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri Untuk Pembangunan Infrstruktur Ketenagalistrikan, dimana nilai TKDN barang dan jasa untuk PLTA non storage pump (tidak menggunakan sistem penyimpanan) antara lain :

TKDN Barang Minimum 

Kapasitas s.d 15 MW ==> 64,20%

Kapasitas >15 MW - 50 MW ==> 49,84%

Kapasitas >15 MW - 150 MW ==> 48,11%

Kapasitas > 150 MW ==> 47,82%

TKDN Jasa Minimum 

Kapasitas s.d 15 ==> 86,06%

Kapasitas >15 MW - 50 MW ==> 55,54%

Kapasitas >50 MW - 150 MW ==> 51,10%

Kapasitas >150 MW ==> 46,98%

TKDN Gabungan Barang Dan Jasa 

Kapasitas s.d 15 ==> 70,76%

Kapasitas >15 MW - 50 MW ==> 51,60%

Kapasitas >50 MW - 150 MW ==> 49,00%

Kapasitas >150 MW ==> 47,60%

Jenis ini tidak berlaku untuk sistem pembangkit PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin), karena belum diatur di dalam Permemperin No.54/M-IDN/PER/3/2012, sehingga sampai saat ini juga belum ada peraturan pemerintah yang mengatur besaran nilai TKDN dan perhitungan nilai TKDN di dalam sistem PLTB.

Sedangkan berdasarkan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi, Kementrian ESDM; pencapaian TKDN sektor Aneka EBT (Energi Baru Terbarukan) persentase kemajuannya pada akhir tahun 2020 ialah:

1. PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) 15 - 50%, Persentase TKDN barang Modul Surya 40 - 45% dan Baterai sebesar 40%.
2. PLTM/PLTMH/PLTA 70 - 85%.
3. PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) 29 - 40%

Komponen utama untuk pembangkit yang diproduksi di dalam negeri ialah :

1. PLTS antara lain: Modul Surya dan Baterai.
2. PLTM/PLTMH/PLTA: Turbin skala mikro hidro sampai dengan 1 MW sedangkan diatas 1 MW masih tersedia dan diimpor dari luara negeri.
3. PLTB yaitu Tower atau tiang PLTB skala besar.

Demikian ulasan singkat pengertian dan perkembangan TKDN khususnya di sektor pembangkit listrik EBT saat ini di Indonesia. Semoga Bermanfaat.


Dp.

Post a Comment for "Pengertian Dan Perkembangan Penggunaan Produk Dalam Negeri Atau Sering Disebut Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Di Sektor Pembangkit Listrik Energi Baru Terbarukan (EBT)"