Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bagaimana Kabar Kemajuan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air Terbesar Se-Asia Tenggara PLTA Kayan Di Kalimantan Utara?

Ilustrasi Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air
Besarnya niat Pemerintah Indonesia untuk mendapatkan sumber energi listrik dari bahan non fosil telah menumbuhkan pencarian potensi sumber energi listrik dari sumber energi baru dan terbarukan (EBT) yang merupakan energi yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi ketergantungan dari bahan bakar minyak (BBM).

Didasari oleh niat yang besar juga untuk menambah kapasitas listrik dalam negeri, sebentar lagi Indonesia akan memiliki pembangkit listrik tenaga air terbesar di Indonesia bahkan di Klaim Se-Asia Tenggara. Jika plta ini selesai dibangun dan beroperasi berdasarkan data ESDM maka plta ini akan memiliki kapasitas listrik terpasang 6.000 - 9.000 MW.

Saat ini pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia masih dipegang oleh proyek PLTA Three Gorges Dam di Sandouping, Yichang, Provinsi Hubei, China. Artikelnya bisa anda baca di link berikut Three Gorges Dam, Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Terbesar di Dunia

Pembangkit listrik tenaga air yang akan dikembangkan berada di Desa Long Peso, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. PLTA ini memanfaatkan aliran Sungai Kayan yang diperkiran akan menghasilkan listrik enam kali lebih besar dari PLTA Cirata di Jawa Barat.

Sekilas mengenai DAS (Daerah Aliran Sungai) Kayan, sungai Kayan memiliki luas 36.993, 71 km persegi. Terdapat 12 anak sungai besar yang menumpahkan airnya ke Sungai Kayan yang dulunya digunakan sebagai trasportasi kapal untuk mengangkut orang atau barang ke arah hilir dan hulu. (sumber:wikipedia).

Berdasarkan Kementrian ESDM pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik terintegrasi atau private power utilities PLTA Kayan dipegang oleh PT Kayan Hydro Energi yang dikabarkan bekerjasama dengan Powerchina International Group yang berasal dari China.

Tahap pengerjaan awal telah dimulai pada akhir tahun 2019 dimulai dengan pembebasan lahan, land clearing (pembersihan lahan) sampai akses jalur masuk alat berat dan peralatan untuk menunjang proses pembangunan ini.

PT Kayan Hydro Energi merencanakan akan melaksanakan pembangunan dengan cara bertahap sampai 5 tahap. Berdasarkan sumber www.dpr.go.id total akan ada 5 unit plta yang akan dibangun, pada tahap pertama yaitu unit 1 akan mendapatkan energi listrik sebesar 900 MW dan berturut sampai tahap ke lima yang diperkirakan memperoleh kapasitas listrik terpasang unit 5 sebesar 3.300 MW, sehingga akan terdapat 5 bendungan yang akan dibangun dari semua proyek ini.

Tahap unit 1 PLTA Kayan bila sesuai dengan jadwal yang direncanakan akan beroperasi di tahun 2024. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua unit akan membutuhkan waktu sekitar 25 tahun. Energi listrik yang besar ini diharapkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kawasan Industri di Kalimantan Utara.
Bendungan Three Gorges Dam di China
Nilai investasi untuk pembangunan PLTA Kayan mencapai USD 22,5 Miliar atau setara dengan IDR 315 Triliun. Lahan yang akan dibebaskan seluas 12.000 Ha yang digunakan untuk lokasi bangunan infrastruktur, akses jalan proyek, perumahan karyawan dan kebutuhan lainnya.

Namun berita terakhir menyebutkan progress pembangunan PLTA Kayan terhambat oleh timbulnya penyakit pandemik virus corona atau Covid-19, sehingga aktivitas pengerjaan proyek yang sudah dimulai terhambat dan pengiriman logistik alat dan barang terkendala. Tetapi menurut kabar yang beredar proses tahap konstruksi akan tetap terlaksana di tahun 2020. 

Pemerintah melalui Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo sangat mengharapkan proyek yang masuk dalam proyek strategis negara dapat berjalan sesuai waktu dan beroperasi seperti yang direncanakan di awal. Kenapa PLTA ini harus dimanfaatkan? salah satu alasan yaitu potensi ini sangat berharga dan jarang ditemukan di negara manapun sehigga harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah kita untuk memenuhi kebutuhan negara dan masyarakat akan energi listrik.

Dengan beroperasinya PLTA Kayan ini nanti, akan memberikan manfaat yang besar bagi penduduk Kalimantan Utara yang selama ini masih mengandalkan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

Terutama Kalimantan Utara kaya akan sumberdaya alam meliputi Batubara, berbagai jenis Logam, Migas dan Perkebunan. Dengan adanya energi listrik yang memadai, maka iklim investasi akan bergairah dan industri yang sudah berdiri akan bertumbuh dan berkembang dan secara otomatis mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (diesel) di Provinsi kalimantan Utara.

Harapan kita bersama proyek PLTA Kayan dapat berjalan tanpa hambatan dan ini harus didukung penuh oleh Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten terkait ditambah oleh Kementrian yang terkait untuk melakukan pengawasan terutama terhadap lingkungan sampai proyek ini beroperasi dan dapat dirasakan manfaatnya oleh negara dan masyarakat.

Dengan berdirinya bagunan PLTA Kayan selain listrik yang dihasilkan untuk digunakan, juga akan menjadi kebangggaan bagi masyarakat Indonesia memiliki pembangkit listrik tenaga air terbesar di Asia Tenggara dan suatu saat menjadi tujuan wisata bagi turis asing dan dalam negeri.

Demikian uraian singkat mengenai kemajuan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air Kayan di Kalimantan Utara. Semoga Bermanfaat.

Dp,

Post a Comment for "Bagaimana Kabar Kemajuan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air Terbesar Se-Asia Tenggara PLTA Kayan Di Kalimantan Utara?"