Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kenapa Produsen Mobil Listrik Seperti Tesla Ingin Membangun Pabrik Di Indonesia?

Tesla
Pada akhir - akhir ini tepatnya di Bulan Oktober 2020 santer terkabar berita melalui media online dan televisi yang membuat pemerintah Indonesia sedikit ceria. Berita yang membuat pemerintah kita ceria ialah rencana pabrikan otomotif raksasa mobil listrik yaitu Tesla yang berniat membangun fasilitas pabriknya di Indonesia.

Kabar ini memang sangat mengejutkan dan tak disangka - sangka oleh pemerintah Indonesia ketika suasana di dalam negeri masih marak dengan demo dimana - mana, akibat dari pro dan kontra terhadap isi dari UU Omnibus Law Cipta Kerja yang diresmikan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru - baru ini dan juga ditengah pandemik virus Covid-19 yang masih merajalela.

Beralih ke Tesla yang namanya kian melejit setelah mereka sukses membuat dan memasarkan mobil yang bertenaga listrik yang diminati dan laku keras diberbagai negara. Elon Musk ialah seorang manusia jenius menurut saya, yang menjadi Co - founder dan pemilik dari pabrikan mobil listrik Tesla.

Perusahaan Tesla, Inc didirikan pada tahun 2003 dengan kantor pusat di Palo Alto, California, Amerika Serikat yang pada tahun 2014 jumlah karyawannya mencapai 6.000 jiwa (sumber:Wikipedia). Tesla baru - baru ini juga beralih menjadi penyuplai peralatan panel surya (solar panel) yaitu peralatan yang memanfaatkan energi matahari menjadi energi listrik.

Di tahun 2019 saya membaca dan menonton di media online pimpinan Tesla, Elon Musk meresmikan fasilitas pabrik di China (Tiongkok). Pembangunan ini disebutkan bertujuan untuk memenuhi permintaan mobil listrik yang meningkat di negara tersebut dan sebagian memenuhi permintaan pasar di kawasan Asia. Pembangunan fasilitas produksi ini sudah jelas untuk melengkapi pabrik yang sebelumnya sudah dibangun di kawasan Eropa dan Amerika Utara baik Selatan.

Bulan lalu Elon Musk pimpinan Tesla mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan perusahaannya memberikan kontrak besar terhadap perusahaan pertambangan yang dapat memenuhi bahan utama yang mereka inginkan yaitu logam nikel. Nikel adalah bahan utama pada baterai Lithium-Ion yang merupakan komponen utama mobil listrik.

Rencana pembangunan fasilitas produksi ini walaupun belum pasti dikabarkan akan dibangun di daerah Jawa Tengah yang saat ini dipimpin oleh Gubernur Ganjar Pranowo. Sama seperti pertanyaan pada judul artikel ini, kenapa Tesla memilih Indonesia untuk membangun pabriknya?.

Jika alasan Tesla untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia akan mobil listrik menurut saya kurang relevan. Konsumen mobil listrik dalam negeri menurut saya masih bisa dihitung dengan jari, masyarakat Indonesia masih tertarik dengan mobil yang bertenaga fosil yaitu bahan bakar minyak. 

Demikian juga dengan fasilitas pengisian listrik yang saat ini masih tersedia di beberapa tempat sehingga tidak memungkinkan digunakan untuk perjalanan jauh. Alasan selanjutnya yang kurang relevan ialah harga mobil listrik yang masih mahal yang menurut saya masih kurang cocok dengan kondisi perekononiam masyarakat Indonesia. 

Stasiun pengisian listrik milik Tesla

Apakah perusahaan ini sedang menyiapkan Indonesia sebagai basis produksi jangka panjang dimana diyakini beberapa pakar semakin habisnya minyak bumi beberapa tahun lagi dengan sendirinya semua konsumen kendaraan yang menggunakan tenaga fosil akan beralih ke kendaraan listrik.

Namun menurut pandangan saya dari segi bisnis bahan baku nikel alasan yang paling utama kenapa Tesla harus ber investasi untuk membangun fasilitas produksi di Bumi Pertiwi ialah sumberdaya nikel yang dimiliki Indonesia. Kemungkinan Tesla ingin mencangkau raw material nikel (bahan mentah nikel) lebih dekat dengan fasilitas produksi mereka.

Seperti artikel saya sebelumnya dapat dibaca di link ini Apa itu Nikel ? Cadangan dan Larangan Ekspor Bahan Mentah Nikel. Indonesia merupakan pemilik cadangan nikel terbesar di Dunia diikuti oleh Filipina sedangkan per Januari 2020 pemerintah melalui Kementrian ESDM telah mengeluarkan keputusan untuk melarang ekspor bahan mentah nikel.

Jadi menurut saya Tesla telah memikirkan dan merencanakan arah bisnis mereka dengan terlebih dahulu mengamankan bahan baku utama baterai Lithium-Ion mereka yaitu nikel yang merupakan komponen utama kendaraan listrik. Dengan demikian masalah dengan stock bahan baku, larangan ekspor bahan mentah nikel yang diterapkan Indonesia dan cost pengiriman bahan baku telah dapat diatasi oleh Tesla.

Bisa jadi juga perusahaan ini mengincar atau membutuhkan logam lain yang menjadi bahan baku baterai Lithium-Ion seperti kobal, zinc, tembaga dan logam tanah jarang yang diketahui terdapat di tanah bumi pertiwi Indonesia.

Rencana investasi ini memang sangat diharapkan negara kita, apalagi semakin lesunya iklim investasi di Indonesia terutama perusahaan otomotif yang akhir - akhir ini banyak minggat dari Indonesia. Dengan kehadiran investasi Tesla ini nanti juga pasti membuka lapangan kerja yang sangat besar dan pasti pendapatan pundi - pundi pemasukan bagi negara kita dengan investasi ini.

Demikian ulasan saya mengenai rencana Tesla membangun fasilitas produksi di Indonesia, ini semua hanya pandangan saya pribadi dan berharap investasi ini berlanjut dan benar terealisasi. Semoga Bermanfaat.

Dp,

Post a Comment for "Kenapa Produsen Mobil Listrik Seperti Tesla Ingin Membangun Pabrik Di Indonesia?"

loading...