Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jenis Waterway Atau Saluran Pembawa Dan Proses Pembangunannya


Gambar waterway saluran terbuka
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) tidak terlepas dari namanya infrastruktur pendukung. Sesuai artikel sebelumnya infrastruktur pendukung utama pembangunan PLTA ada 3 yaitu Dam (Bendungan/Bendung), Power House/Rumah Pembangkit dan terakhir Waterway atau Saluran Pembawa.

Ketiga bangunan pendukung ini dikategorikan bangunan utama karena alasan proses pengerjaan ke 3 bangunan membutuhkan waktu yang sangat lama. Selain membutuhkan waktu yang sangat lama juga dipengaruhi oleh kebutuhan Man Power/tenaga kerja yang handal dengan jumlah yang besar dan didasari kebutuhan akan material dan alat mekanis yang digunakan dengan jumlah besar.

Artikel tentang fungsi dan jenis dari dua bangunan pendukung bendungan dan power house yang telah ditulis di artikel sebelumnya, dapat dibaca di link berikut Bendungan (Dam), Jenisnya dan Kegunaannya di PLTA dan Power House (Rumah Pembangkit) Yang Digunakan Pembangkit Listrik Tenaga Air.

Waterway atau sering disebut saluran pembawa, yang dimaksud disini saluran pembawa material air (water). Berdasarkan penggunaannya waterway difungsikan untuk mengalirkan atau membawa air dari bendungan menuju penstock (pipa pesat) atau langsung menuju power house.

Secara teknis waterway bekerja dengan memanfaatkan gaya gravitasi yaitu air mengalir dari elevasi tertinggi (hulu) di bendungan menuju elevasi terendah (hilir) di power house. Sehingga waterway dibangun mengikuti titik elevasi (ketinggian) yang telah diukur sebelumnya.

Berdasarkan jenisnya, waterway ada dua jenis yaitu waterway: open channel atau saluran terbuka dan saluran tertutup atau headrace. Saluran terbuka ialah saluran yang letak dan aktivitas pembangunannya berada diatas permukaan tanah atau batuan.

Biasanya saluran terbuka ini terbuka persisi seperti gorong-gorong atau parit untuk keperluan irigasi persawahan ataupun pertanian. Ada 2 jenis bentuk open channel yang sering digunakan yaitu bentuk kotak (box) dan dengan cara gali timbun yaitu bentuk bulat (circle).

Bentuk kedua dari waterway ialah saluran tertutup yang disebut dengan headrace yaitu saluran pembawa air yang dibangun dibawah permukaan tanah/bumi. Bangunan ini terdiri dari terowongan (tunnel) yang digali menembus batuan untuk mengalirkan air dari bendungan menuju power house. Bentuk terowongan yang sering digunakan ialah bentuk bulat dan bentuk kotak atau perpaduan kedua bentuk tersebut, tapal kuda.

Gambar ilustrasi waterway saluran tertutup
Dalam beberapa kasus pembangunan PLTA di Indonesia, kedua jenis waterway baik saluran terbuka (open channel) dan saluran tertutup (headrace) digunakan secara bersamaan tergantung dari segi ekonomisnya dan segi teknisnya, seperti tercapainya elevasi aliran air yang diinginkan.

Berdasarkan materialnya kedua jenis waterway ini dibangun dari beton bertulang yaitu terdiri dari pasangan batu, semen dan besi. Bangunan waterway dibangun dengan kekuatan beton yang sangat kokoh atau kuat dan kedap air untuk menghidari pengikisan permukaan yang disebabkan oleh gesekan air secara terus-menerus, sehingga didesain dapat bertahan mencapai puluhan tahun.

Waterway mempunyai karakteristik membawa air dengan kecepatan tinggi dengan volume air yang sangat besar. Jalur pembangunan waterway didesain seminimal mungkin menghindari jalur belokan patah atau membentuk sudut yang cukup besar, karena dapat mempengaruhi laju kecepatan air sehingga dapat mempengaruhi jumlah energi listrik yang dihasilkan.

Waterway saluran terbuka, merupakan jenis saluran yang mudah dalam hal pengerjaannya, karena proses pembangunannya yang dilakukan diatas permukaan tanah sehingga ruang kerjanya lebih besar dan resiko keselamatan kerja tidak terlalu besar, Namun membutuhkan pembebasan lahan yang cukup besar tergantung dari panjang dan lebar waterway yang dibuat.

Waterway saluran tertutup atau headrace dari segi pengerjaannya jelas merupakan jenis pengerjaan paling sulit. Ruang kerja yang sempit dan resiko keselamatan kerja yang besar, disamping itu membutuhkan peralatan penggalian yang sangat mahal seperti Pemboran dan Peledakan atau menggunakan Tunnel Bore Machine (TBM) untuk membuat terowongan, sehingga biaya (cost) pembuatannya sangat tinggi.


Namun ada juga keuntungannya saluran tertutup yaitu pembangunan terowongan tidak membutuhkan pembebasan lahan karena memanfaatkan lahan yang berada dibawah permukaan bumi.

Demikialah penjelasan singkat mengenai waterway atau saluran pembawa yang digunakan di pembangkit listrik tenaga air. Semoga Bermanfaat.


Dp,

Post a Comment for "Jenis Waterway Atau Saluran Pembawa Dan Proses Pembangunannya"