Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sarulla Operation Limited Salah Satu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Terbesar di Dunia


Gambar pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla (sumber:Kementrian ESDM)
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) merupakan salah satu alternatif sebagai sumber energi baru dan terbarukan yang sedang digenjot pengembangannya oleh seluruh dunia. PLTP memiliki cara kerja persis dengan pembangkit listrik lainnya yang menghasilkan uap panas untuk memutar turbin sehingga menghasilkan energi listrik.
Seperti PLTU batubara memanaskan cairan dengan bantuan pembakaran batubara untuk menghasilkan uap panas sedangkan PLTP memanfaatkan temperatur panas batuan yang berasal dari cairan magma panas didalam bumi.

Letak Indonesia yang dilewati oleh jalur cincin api atau sering disebut Ring of Fire membuat Indonesia penuh dengan potensi pembangkit panas bumi yang layak dikembangkan. Cincin api merupakan jalur patahan lempengan bumi yang mengitari dunia dengan panjang 40.000 Km yang berawal dari Benua Asia sampai Benua Amerika.

Negara seperti Amerika dan Selandia Baru merupakan negara yang sudah mengembangkan potensi panas bumi didukung oleh teknologi, dana dan letaknya yang juga berada di jalur cincin api.

Di Indonesia, Pulau Sumatera, Pulau Jawa sampai Pulau Sulawesi merupakan jalur yang dilewati jalur ini, keberadaan cincin api ini ditandai dengan banyaknya gunung api aktif yang muncul di jalur tersebut.

Indonesia sendiri sudah mempunyai beberapa pembangkit listrik panas bumi yang masih menghasilkan listrik, PLTP Kamojang di Jawa Barat, PLTP Lahendong di Sulawesi Utara dan PLTP Sarulla di Sumatera Utara.

PLTP di Indonesia masih banyak dikembangkan oleh pihak swasta (IPP) yang kemudian energi listriknya dijual ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk didistribusikan ke masyarakat.

Salah satu yang membanggakan Indonesia ialah penemuan sumber cadangan panas bumi yang sangat besar yang dinamai dengan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Sibual - Buali. Berdasarkan data Ditjen EBTKE WKP ini meliputi daerah Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Padang Sidempuan.

Pemerintah kemudian melelang WKP ini ke pihak swasta untuk dikembangkan, WKP ini banyak diminati oleh pihak swasta karena potensinya yang cukup besar. Terakhir tender WKP ini dimenangkan oleh Sarulla Operation Limited yang merupakan Konsorsium dari beberapa perusahaan seperti Medco Energi dari Indonesia, Ormat dari Amerika dan Kyushu Electric dari Jepang.

PLTP Sarulla kemudian melakukan Explorasi yang cukup panjang yaitu dengan melakukan pemboran lubang sumur untuk menemukan titik lokasi yang strategis untuk dikembangkan. Pada tahap selanjutnya Konsorsium menemukan titik lokasi yang sesuai dengan yang direncanakan, lokasi tersebut berada di Desa Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara.

PLTP Sarulla tepatnya menemukan tiga lokasi yang strategis untuk dikembang di daerah tersebut. Ketiga lokasi ini masuk dalam tiga kontrak kerja yang dinamai dengan Panas bumi Sibual-buali, Panas bumi Silangkitan dan Panas bumi Namora langit.

Setelah proses Explorasi yang sangat panjang ditambah proses perijinan, proses pembebasan lahan dan studi analisa lanjutan, akhirnya perusahaan menyelesaikan konstruksi di kontrak pertama yaitu panas bumi Sibual-buali dengan kapasitas terpasang sebesar 110 MW yang diklaim merupakan salah satu proyek PLTP dengan kapasitas terbesar di Dunia.

Bila digabungkan ketiga kontrak tersebut, maka PLTP ini dapat menghasilkan energi listrik yang sangat besar yaitu dengan kapasitas terpasang sebesar 330 Megawatt (MW).

Sesuai dengan kontrak pemerintah yang diwakili oleh PLN dan pihak Sarulla Operation didalam Power Purchasing Agreement (PPA), dimana di dalam perjanjian tersebut pihak perusahaan harus menjual energi listrik yang dihasilkan kepada Indonesia sesuai dengan harga yang sudah disepakati dan bersedia fasilitas PLTP dikelola oleh Indonesia dibawah naungan Pertamina Gheotermal.

Akhirnya energi listrik yang dihasilkan PLTP Sarulla masuk kedalam jaringan PLN (On Grid) Sumbagut (Sumatera Bagian Utara) dan disalurkan kepada masyarakat.

Keuntungan setiap pengembangan pembangkit listrik khususnya panas bumi ialah sumberdaya alam yang ada bisa dimanfaatakan untuk kebutuhan listrik masyarakat. PLTP merupakan salah satu jenis energi baru dan terbarukan dan juga energi yang ramah lingkungan, sehingga tidak mencemari udara dan lingkungan.

Namun disamping itu pengembangan PLTP membutuhkan pendanaan yang cukup besar terutama pada sisi biaya infrastrukturnya dan biaya pemboran (drilling) ditambah dengan teknologi tinggi dan sumber daya manusia yang teruji dan berpengalaman di proyek seperti ini.

Kita berharap tidak hanya transfer listrik yang diperoleh Indonesia tapi transfer teknologi dan ilmu pengetahuan juga harus diperoleh sehingga bangsa kita mampu mengelola sumberdaya alam yang kita miliki.

Demikian ulasan singkat mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTB). Semoga Artikel ini Bermanfaat.


Dp,

Post a Comment for "Sarulla Operation Limited Salah Satu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Terbesar di Dunia"

loading...