Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jenis Terowongan dan Perannya Di Industri Pertambangan, Infrastruktur dan Energi


Gambar ilustrasi terowongan jalan raya
Terowongan dalam bahasa inggris disebut Tunnel didefenisikan sebagai konstruksi atau struktur bangunan yang dibuat manusia yang letaknya berada di bawah permukaan tanah/batuan yang difungsikan untuk memindahkan benda ataupun manusia dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Terowongan dapat dibangun di bawah gunung atau menembus pegunungan, dibawah permukaan laut atau sungai, jalan raya dan dibawah permukiman masyarakat dan gedung bertingkat.

Terowongan yang baru-baru ini dibangun dibawah pemukiman masyarakat ialah pembangunan jaringan terowongan yang digunakan untuk memasang rel kereta bawah tanah milik MRT Jakarta yang pertama dibangun di Indonesia.

Terowongan dibangun dengan memanfaatkan material yang akan dilintasi bangunan terowongan tersebut, yang dibedakan menjadi 3 jenis material :


1. Terowongan Batuan

Terowongan yang dibangun pada batuan baik pada batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. Terowongan ditembus dengan cara pemboran dan peledakan dan menggunakan Tunnel Bore Machine (TBM). Konstruksi terowongan pada batuan memiliki kestabilan yang kuat, karena batuan memiliki sifat menahan dirinya sendiri menjadi stabil.

2. Terowongan Tanah Lunak

Terowongan yang dibangun pada tanah lunak seperti lempung dan pasir. Terowongan pada tanah lunak akan mengakibatkan runtuhan sampai longsoran disebabkan material ini tidak mampu menahan kestabilan dirinya sendiri karena bersifat terurai, sehingga dibutuhkan suatu lapisan pelindung pada dinding dan atapnya untuk menghidari runtuhan atau longsoran terowongan yang sering disebut dengan shield tunneling.

3. Terowongan Gali Dan Timbun (Cut and Fill)

Terowongan yang dibangun dengan awalnya membuat saluran (selokan) pada tanah, kemudian pada saluran tersebut dicetak atap, lantai dan dinding seperti penampang terowongan yang direncanakan. Setelah konstruksi terowongan dicetak dan ditempatkan disaluran tersebut, kemudian ditimbun dengan material tanah yang telah digali.


terowongan rel kereta bawah tanah MRT penampang bulat (circle)
Perencanaan pembangunan terowongan membutuhkan perencanaan yang sangat matang dan kompleks. Melibatkan disiplin ilmu (Engineering) dari ahli Geologi, Geoteknik, Sipil dan Pertambangan disamping itu membutuhkan peralatan dan teknologi yang lumayan mahal.

Perencanaan terowongan mulai dari penentuan lokasi jalur awal terowongan (pintu masuk), ukuran (diameter) dan panjang terowongan, kestabilan dan ketahanan terowongan, bentuk penampang terowongan, sistem penggalian sampai perawatan semuanya ditentukan sesuai dengan perencanaan awal, untuk apa terowongan tersebut dibangun (fungsinya) dan tentu berdasarkan pertimbangan teknis, lingkungan dan ekonomis.

Berdasarkan pertimbangan teknis dan penggunaannya terowongan mempunyai tiga bentuk penampang yang dominan dipilih dan digunakan sampai saat ini yaitu bulat (circle), kotak (box) dan perpaduan antara bulat dan kotak yang disebut dengan terowongan bentuk tapal kuda.

Berdasarkan penggunaanya terowongan dibagi kedalam dua kelompok yaitu terowongan lalu-lintas (traffic tunnel) dan terowongan Angkutan, Made Astawa (1998, "Teknik Terowongan").


1. Terowongan Lalu-Lintas

Terowongan lalu lintas merupakan terowongan yang digunakan untuk jalur transportasi kendaraan dan manusia seperti terowongan untuk jalan raya, terowongan untuk rel kereta api bawah tanah (MRT), terowongan pejalan kaki atau underpass, terowongan navigasi yang difungsikan untuk mengatur lalu lintas kanal air bawah tanah, terowongan untuk transportasi ditambang bawah tanah yang difungsikan sebagai jalur keluar masuk para pekerja tambang dan mengangkut peralatan tambang dan hasil tambang (bijih/ore).

2. Terowongan Angkutan

Terowongan angkutan merupakan terowongan yang terdiri dari terowongan stasiun pembangkit listrik tenaga air seperti Headrace (saluran penghantar air dari bendungan menuju headpond atau power house), terowongan peyediaan air bersih, terowongan untuk saluran air kotor atau air limbah dan terowongan yang digunakan untuk kepentingan umum seperti jalur kabel listrik, telepon dan pipa gas.

Terowongan merupakan salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di kota-kota besar dan menghemat pemakaian lahan diatas permukaan sedangkan di industri pertambangan terowongan sebagai solusi untuk mendapatkan mineral yang terdapat dibagian terdalam bumi.

Dengan struktur bangunannya yang berada dibawah permukaan tanah, pembangunan terowongan tidak akan mengganggu insfratruktur dan aktivitas masyarakat di permukaan, baik pada saat pembangunannya sampai tahap pengoperasiannya.

Demikian ulasan singkat mengenai terowongan/tunnel di industri infrastruktur, pertambangan dan energi . Semoga Bermanfaat.



Dp,

Post a Comment for "Jenis Terowongan dan Perannya Di Industri Pertambangan, Infrastruktur dan Energi "

loading...