Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Inilah Amonium Nitrat Penyebab Ledakan Besar di Beirut, Lebanon


Kota Beirut (sumber:google maps/dimodifikasi)
Pada hari Selasa tanggal 4 Agustus 2020 tepatnya pukul 18.10 WIB telah terjadi ledakan yang sangat besar tepatnya di ibu kota Lebanon, Beirut. Berdasarkan berita yang beredar ledakan tersebut menimbulkan kepulan asap hitam tebal yang hampir menutupi seluruh kota Beirut, mungkin mirip seperti kepulan asap dari hasil erupsi gunung Sinabung yang terjadi baru-baru ini.

Dikabarkan surat kabar Inggris Guardian, ledakan ini setidaknya menewaskan 100 orang dan melukai 4.000 jiwa termasuk kerusakan parah fasilitas umum seperti jalan raya, rumah dan gedung di sekitar ledakan.

Berdasarkan badan pusat seismik Eropa EMSC efek getaran ledakan ini bisa dirasakan sejauh 250 Kilometer dari pusat ledakan dan getaran ledakan ini setara dengan gempa bumi dengan kekuatan 3,3 sr.

Pemerintah Lebanon mengklaim ledakan ini terjadi bukan karna disengaja atau perbuatan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, namun disebabkan oleh terbakarnya Ammonium Nitrate atau dalam bahasa indonesia sering disebut dengan Amonium Nitrat (AN) yang disimpan di sebuah gudang di daerah dekat pelabuhan.

Kemudian ledakan ini dipicu oleh adanya kebakaran disekitar gudang tersebut yang membakar Amonium Nitrat dan terjadilah ledakan besar ini.

Bagaimana bisa dengan bahan amonium nitrat (AN) ini bisa mengakibatkan ledakan tersebut, pertanyaan yang muncul pertama kali ialah apakah Amonium Nitrat ini??, pasti pertanyaan ini akan muncul dibenak kita.

Ketika saya membaca berita ini dan ada kata Amonium Nitrat, nalar saya langsung mengarah dan teringat kembali akan pelajaran teknik peledakan sewaktu masih kuliah di jurusan Teknik Pertambangan.

Berbekal isi memori otak yang masih menyimpan sebagian mengenai mengenai teknik peledakan terutama bahan Amonium Nitrat dan membuka kembali buku-buku dan file-file lama, semakin saya mengerti dan memahami bagaimana ledakan besar ini bisa terjadi.

Amonium nitrat yang mempunyai rumus kimia NH4NO3 merupakan bahan yang diperoleh dari rekayasa kimia yang mempunyai bentuk butiran atau serbuk seperti garam dapur dengan ukuran butir 1-2 mm, berwarna putih dengan titik lebur berada pada 169,6 derajat celcius.

Sebenarnya AN mempunyai sifat tidak mudah terbakar, namun bila dicampur dengan bahan bakar minyak (solar/diesel) dan dipicu dengan percikan api dapat menimbulkan kebakaran bahkan ledakan yang sangat dasyat. Dalam kondisi normal atau tanpa bahan campuran dan bahan pemicu AN tidak bisa terbakar sendiri.

Ammonium Nitrate (sumber:choise-chem.com)
Dalam industri pertambangan amonium nitrat digunakan untuk bahan campuran proses peledakan. Aktivitas peledakan di operasional pertambangan bertujuan untuk membongkar batuan atau tanah (overburden) dari induknya sehingga diperoleh ukuran batuan atau lapisan tanah sesuai dengan yang direncanakan.

Dalam bahan baku peledakan amonium nitrat disebut dengan ANFO yaitu amonium nitrat yang dicampur dengan minyak (fuel oil) sebagai unsur bahan bakarnya sehingga ketika dipicu dengan api akan menghasilkan ledakan.


Dapat disimpulkan amonium nitrat ini digunakan sebagai sumber oksidasi yang dimaksud disini oksidator yaitu sebagai bahan pendukung (penyokong) sehingga dengan adanya bahan ini akan menimbulkan daya bakar yang sangat kuat. Bahan ini cukup berbahaya sehingga dibutuhkan pengawasan yang ketat untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan.

Indonesia telah memproduksi sendiri amonium nitrat untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. amonium nitrat sendiri diproduksi dan disalurkan untuk memenuhi permintaan dari berbagai pihak yang membutuhkan bahan ini seperti Tentara Republik Indonesia (TNI) untuk bahan bom, industri pertambangan, eksplorasi minyak bumi (seismik) dan industri pupuk yang digunakan sebagai bahan utama pembuatan pupuk Urea.


Di dalam negeri sendiri perusahaan yang mengelola dan memproduksi amonium nitrat secara resmi diserahkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Dahana dan PT Pindad.

PT Dahana merupakan perusahaan yang memang secara khusus bergerak dalam industri bahan peledak dan salah satu kontraktor yang menyediakan jasa peledakan.

Pembelian dan penggunaan bahan peledak di Indonesia sendiri membutuhkan perizinan bahkan sampai pengawasan yang sangat ketat sehingga tidak mudah digunakan dan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


Jadi, dengan penjabaran singkat diatas bisa dikatakan bahwa ledakan yang terjadi di Beirut bisa dibenarkan diakibatkan oleh amonium nitrat dengan adanya sumber pemicunya yang berasal dari kebakaran yang terjadi di tempat tersebut.

Kelalaian dalam penggunaan bahan peledak dan kurangnya pengawasan yang ketat didalam penyimpanan bahan peledak bisa mengakibatkan bencana yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Demikian penjabaran singkat saya mengenai topik diatas semoga bermanfaat dan berharap kejadian yang sama tidak terjadi lagi di kemudian hari. Semoga Bermanfaat.

Dp,

Post a Comment for "Inilah Amonium Nitrat Penyebab Ledakan Besar di Beirut, Lebanon"

loading...