Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa itu Nikel ? Cadangan dan Larangan Ekspor Bahan Mentah Nikel


Gambar bijih nikel (sumber : www.antam.com)
Kemajuan dan kecanggihan teknologi saat ini sangat berkembang cepat baik dalam industri elektronik, transportasi (mobil listrik), peralatan rumah tangga dan lainnya. Kemajuan yang sangat pesat ini harus di imbangi dengan penyediaan kebutuhan bahan mentah (raw material) untuk mendukung kelancaran industri ini.

Bahan - bahan yang dibutuhkan untuk industri tersebut kebanyakan diperoleh dan diambil dari perut bumi lewat penambangan yang tersebar di seluruh dunia. Bahan tambang seperti bijih Besi (Fe), Timah (Sn), Bauksit (Al (OH)3 dan Nikel (Ni) merupakan bahan-bahan yang permintaannya lagi meningkat saat ini, Salah satu bahan mentah yang paling dibutuhkan di dekade terakhir ini ialah Nikel.

Nikel pertama kali ditemukan oleh Cronstedt pada tahun 1751 dalam mineral yang disebut Nikolit (Kupfernikel) yang ditemukan di daerah Sudbury Ontario yang merupakan daerah penghasil 30% kebutuhan dunia akan nikel.


Nikel dengan rumus kimia Ni mempunyai warna putih keperak-perakan dengan karakteristik kuat, tahan panas, ringan, tahan karat, mempunyai daya hantar listrik dan panas yang baik sehingga cocok digunakan untuk pelapis tembaga, besi dan aluminium untuk menghindari korosi.

Penambangan nikel dilakukan dengan metode tambang terbuka (Open Pit Mining) dimulai dengan pengupasan lapisan tanah penutup (Overburden) baik dengan menggunakan alat mekanis atau pun dengan sistem peledakan, kemudian ore atau bijihnya dimuat dan diangkut ke tempat penimbunan sementara untuk diolah kembali ataupun langsung dikirim ke konsumen.


Di Indonesia sendiri lapisan penutup nikel bersifat lunak sehingga kebanyakan pengupasan lapisan nya dilakukan dengan alat mekanis.

Dalam pengolahannya secara umum nikel diolah ke dalam dua jenis yang saat ini dikirim ke konsumen yaitu nikel ore adalah bijih nikel, yaitu mineral atau agregat mineral yang mengandung nikel sedangkan Ferronikel adalah produk metalurgi berupa Alloy (logam paduan) antara besi (Ferrum) dan nikel.


Produk jadi nikel dibuat untuk industri baterai, pelindung tembaga, industri textil dan pembuat magnet, sedangkan paduan nikel yang digunakan untuk temperatur tinggi digunakan untuk komponen mesin jet, roket dan pembangkit listrik tenaga nuklir, penanganan makanan dan peralatan pengelolaan kimia, koin dan perangkat kapal laut. Sedangkan perpaduan nikel, krom dan besi menghasilkan baja tahan karat atau Stailess Steel.

Indonesia ditaksir mempunyai cadangan nikel lebih dari 1 Milyar ton terbanyak tersebar di Indonesia bagian barat. Tambang nikel di Indonesia terdapat di Kalimantan Barat, Maluku, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi tenggara. Salah satu produsen nikel terbesar di Indonesia saat ini ialah PT. Vale Indonesia yang dulu bernama PT. INCO di Soroako yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan.


Gambar Penyebaran Cadangan Nikel di Indonesia dan Dunia
Di Indonesia cadangan nikelnya ialah berjenis nikel laterit yang didefenisikan sebagai produk nikel yang dihasilkan dari pelapukan yang kuat pada daerah tropis, lembab dan hangat yang kaya akan lempung kaloninit sebagai oksidasi dan oksihidroksida dari Fe dan Al, dengan kadar Ni nya relatif rendah 1-2% Ni.

Namun, kelebihan nikel laterit secara ekonomi ialah mengandung logam aluminium (Bauksit), sedangkan negara - negara lain penghasil nikel lainnya mempunyai cadangan nikel berjenis nikel Sulfida yang saat ini banyak digunakan di industri seluruh dunia.


Sayangnya, saat ini nikel indonesia banyak di ekspor dalam bentuk raw material (bahan mentah) sehingga harga jualnya pun sangat murah, sedangkan kalau diolah ke dalam bentuk lain seperti feronikel harga nikel Indonesia pun akan melonjak tinggi.

Maka sangat di perlukan sekali dukungan pemerintah untuk meningkatkan pengolahan nikel seperti dukungan perundang-undangan, lokasi yang strategis dan perizinan yang mudah, untuk pembangunan smelter dan dukungan power plant atau kebutuhan listrik memadai untuk meningkatkan nilai jual nikel Indonesia.


Dukungan ini bisa terlihat dengan dikeluarkannnya surat keputusan Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) dengan Nomor : 549.Pers/04SJI/2019 per tanggal 2 September 2019 tentang Bijih Nikel Tidak Boleh Diekspor Lagi per Januari 2020. Disebutkan dalam surat tersebut kebijakan ini dikeluarkan pemerintah agar perkembangan pembangunan smelter khususnya nikel dapat berjalan lebih cepat.

Keputusan ini bisa menjadi salah satu komitmen pemerintah untuk membatasi volume ekspor nikel dan menjaga nikel Indonesia tetap bernilai jual tinggi. Dukungan dan komitmen ini harus di awasi, dilaksanakan dan ditingkatkan sedemikian rupa agar hasil bumi Indonesia bermanfaat bagi negara dan masyarakat Indonesia.

Dp,

Post a Comment for "Apa itu Nikel ? Cadangan dan Larangan Ekspor Bahan Mentah Nikel"

loading...